Selasa, 17 April 2018

Cerdas Bermedia Sosial: Pikirkan sebelum
klik, unggah, unduh, dan berujar.



Media sosial tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Penikmatnya bukan hanya remaja, tetapi merambah ke usia anak-anak dan orang tua. Mereka sudah dipastikan memiliki akses terhadap media sosial, mulai dari twitter, facebook, instagram, path, snapchat, youtube dan masih banyak lagi. Kita bisa tahu informasi baik dalam maupun luar negeri. Dari isu politik sampai urusan dapur semua dirangkum dalam media sosial. Bahkan dengan media sosial juga bisa mempromosikan bisnis, pemasaran produk, mensosialisasikan kegiatan, hingga menyebarkan pesan negatif, seperti penyebaran hoax, ujaran kebencian, menipu dan membuli orang lain.
Ditandai dengan maraknya kasus ujaran kebencian, hoaks, menipu, membully orang lain yang kerap terjadi di Indonesia menjadi keprihatinan bersama. Media sosial menjadi tempat curahan hati yang seringkali menjadi boomerang bahkan membahayakan pengguna. Media sosial semestinya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif. Untuk itu, pengguna harus cerdas dan bijak untuk bisa mencerna arus informasi yang masuk
Mudahnya masyarakat untuk mengklik, lantas mengshare secara tidak sadar orang bisa menyebarkan informasi ke ribuan orang. Jika tidak hati-hati justru informasi hoax yang akan tersebar. Atas kondisi ini kita perlu membentenginya dengan perilaku sederhana. Saring sebelum sharing, cek sebelum menyebar informasi. Bukan hanya sekadar menerima apa adanya berita dan informasi yang kita baca dan terima melainkan mencari tahu sumber berita dan validitas berita serta informasi dengan jalan melakukan pengecekan ulang melalui sumber-sumber pembanding. Apalagi saat ini telah tersedia sejumlah komponen pengendalian media sosial yang efektif. Diantaranya ada Undang-Undang (UU) nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Tentu hal ini menuntut kebijaksanaan masing-masing individu dalam menggunakan sosial media. Berikut tips bermedia sosial yang bijak :
1.      Saring pertemanan
Karena sangat bebas dan terbuka, kita bisa berteman dengan siapa saja. Menyaring pertemanan dimaksudkan unruk tidak asal menambahkan dan menerima pertemanan karena kita tidak tahu apakah orang tersebut murni ingin berteman atau karena hal lain.
2.      Jangan terlalu bebas berbagi informasi pribadi
Akan sangat bijaksana untuk menghindari memberikan informasi seperti nomor telepon, alamat rumah dan sebagainya. Ini dilakukan karena banyaknya kasus kriminal yang berawal dari media sosial dan dikhawatirkan memicu kesempatan orang lain berbuat jahat.
3.      Jangan asal bicara dan buat status
Jangan membuat status yang memancing respon negatif orang lain apalagi mengejek atau menghina bukan hal bijak untuk dilakukan. Membuat status atau ujaran di media social perlu memerhatikan  kesantunan berbahasa, sopan, dan tidak mengandung unsur SARA.
4.      Atur tingkat privasi akun
Minimalkan resiko menjadi korban kejahatan dengan menyediakan pengaturan tingkat privasi bagi pengguna. Atur siapa yang bisa melihat post yang diunggah, siapa yang bisa melihat foto profil dan lainnya.
5.      Cermati alamat situs, fakta dan keaslian gambar.
Berita yang berasal dari situs media yang sudah terverifikasi Dewan Pers akan lebih mudah diminta pertanggungjawabannya. Perhatikan pula darimana sumber berita tersebut, apakah dari situs resmi dengan banyak sumber atau tidak. Serta cek keaslian foto, bukan hanya konten teks saja yang bisa dimanipulasi tetapi konten lain seperti foto atau video. Cek keaslian foto dengan fitur google image reserve. Akan muncul hasil pencarian gambar serupa yang bisa dibandingankan.
Dari hal tersebut maka perlu diupayakan tumbuhnya kesadaran kritis dalam menggunakan media sosial khususnya dalam menggali dan menyebarluaskan berita dan informasi. Karena baik buruknya teknologi itu tergantung pada penggunanya, bukan pada teknologi.