Cerdas Bermedia Sosial: Pikirkan sebelum
klik, unggah, unduh, dan
berujar.
Media sosial tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia.
Penikmatnya bukan hanya remaja, tetapi merambah ke usia anak-anak dan orang
tua. Mereka sudah dipastikan memiliki akses terhadap media sosial, mulai dari
twitter, facebook, instagram, path, snapchat, youtube dan masih banyak lagi. Kita
bisa tahu informasi baik dalam maupun luar negeri. Dari isu politik sampai
urusan dapur semua dirangkum dalam media sosial. Bahkan dengan media sosial
juga bisa mempromosikan bisnis, pemasaran produk, mensosialisasikan kegiatan,
hingga menyebarkan pesan negatif, seperti penyebaran hoax, ujaran kebencian, menipu
dan membuli orang lain.
Ditandai dengan maraknya kasus ujaran kebencian, hoaks, menipu,
membully orang lain yang kerap terjadi di Indonesia menjadi keprihatinan
bersama. Media sosial menjadi tempat curahan hati yang seringkali menjadi
boomerang bahkan membahayakan pengguna. Media sosial semestinya dimanfaatkan
untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif.
Untuk itu, pengguna harus cerdas dan bijak untuk bisa mencerna arus informasi
yang masuk
Mudahnya masyarakat untuk mengklik, lantas mengshare secara tidak
sadar orang bisa menyebarkan informasi ke ribuan orang. Jika tidak hati-hati
justru informasi hoax yang akan tersebar. Atas kondisi ini kita perlu
membentenginya dengan perilaku sederhana. Saring sebelum sharing, cek sebelum
menyebar informasi. Bukan hanya sekadar menerima apa adanya berita dan
informasi yang kita baca dan terima melainkan mencari tahu sumber berita dan
validitas berita serta informasi dengan jalan melakukan pengecekan ulang
melalui sumber-sumber pembanding. Apalagi saat ini telah tersedia sejumlah
komponen pengendalian media sosial yang efektif. Diantaranya ada Undang-Undang
(UU) nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Tentu hal ini menuntut
kebijaksanaan masing-masing individu dalam menggunakan sosial media. Berikut
tips bermedia sosial yang bijak :
1. Saring pertemanan
Karena sangat bebas dan terbuka, kita bisa
berteman dengan siapa saja. Menyaring pertemanan dimaksudkan unruk tidak asal
menambahkan dan menerima pertemanan karena kita tidak tahu apakah orang tersebut
murni ingin berteman atau karena hal lain.
2. Jangan terlalu bebas berbagi
informasi pribadi
Akan sangat bijaksana untuk menghindari
memberikan informasi seperti nomor telepon, alamat rumah dan sebagainya. Ini
dilakukan karena banyaknya kasus kriminal yang berawal dari media sosial dan
dikhawatirkan memicu kesempatan orang lain berbuat jahat.
3. Jangan asal bicara dan buat status
Jangan membuat status yang memancing respon
negatif orang lain apalagi mengejek atau menghina bukan hal bijak untuk
dilakukan. Membuat status atau ujaran di media
social perlu memerhatikan kesantunan
berbahasa, sopan, dan tidak mengandung unsur SARA.
4. Atur tingkat privasi akun
Minimalkan resiko menjadi korban kejahatan
dengan menyediakan pengaturan tingkat privasi bagi pengguna. Atur siapa yang
bisa melihat post yang diunggah, siapa yang bisa melihat foto profil dan
lainnya.
5. Cermati alamat situs, fakta dan
keaslian gambar.
Berita yang berasal dari situs media yang
sudah terverifikasi Dewan Pers akan lebih mudah diminta pertanggungjawabannya.
Perhatikan pula darimana sumber berita tersebut, apakah dari situs resmi dengan
banyak sumber atau tidak. Serta cek keaslian foto, bukan hanya konten teks saja
yang bisa dimanipulasi tetapi konten lain seperti foto atau video. Cek keaslian
foto dengan fitur google image reserve. Akan muncul hasil pencarian gambar
serupa yang bisa dibandingankan.
Dari hal tersebut maka perlu
diupayakan tumbuhnya kesadaran kritis dalam menggunakan media sosial khususnya
dalam menggali dan menyebarluaskan berita dan informasi. Karena baik buruknya
teknologi itu tergantung pada penggunanya, bukan pada teknologi.

